Sabtu, 08 Juli 2017

Dimensi Waktu, Utopia dan Rahasia



Dimensi Waktu, Utopia dan Rahasia

Proses dan terus berproses, perjalananku saat ini seperti tanpa skalipun merasa mempunyai batasan waktu, sebuah perjalanan hidup yang untuk sementara berada pada fase pemikiran untuk belum mengindahkan lagi berbagai kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih mapan baik dari segi posisi maupun materi, ini bukan berarti sudah tidak peduli tentang hal itu,, tapi lebih kepada keinginan kuat untuk lebih dulu mendalami keilmuan dan pengalaman praktik dan jam terbang dibidang audit, karena aku yakin ini merupakan langkah yang tepat buat jadi batu loncatan untuk ngedapetin posisi atau pekerjaan yang lebih baik lagi kedepannya, dengan mengesampingkan soal besaran nominal yang diterima dan menganggap langkah ini sebagai suatu proses pembelajaran maka kita tidak akan merasakan adanya beban dalam menjalaninya. 

Iya,, dengan mempunyai sasaran target pencapaian akan menjadikan seseorang terus memiliki mimpi yang terpelihara, dan keberhasilan itu tergantung dengan seberapa jauh tingkat kesadaran seseorang untuk mengerti akan alur perjalanan hidupnya, perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya tentang pemaknaaan “mengapa sampai penghabisan”. Memusatkan pikiran, sehingga kita menemui kepribadian seraya didalam kepribadian itu ditemuinya kesungguhan. 

Memang semua usaha yang kita lakukan pada akhirnya tetap allah yang menentukan karena hal itu merupakan hak prerogatifnya, namun bukan berarti kita berhenti berusaha kan? meskipun hasilnya seringkali tidak sesuai dengan harapan, tapi kadang semua itu hanya masalah waktu saja karena mungkin allah menganggap waktunya belum tepat untuk kita mendapatkannya, karena kita harus ingat satu hal bahwa tidak ada usaha yang mengkhianati dan selalu ada hikmah disetiap kejadian yang kita tidak ketahui atau sadari, tapi satu yang pasti tidak ada hal sekecil apapun terjadi secara kebetulan, slalu tanamkan di hati kita bahwa allah hanya akan memberikan kesempatan terbaik kepada mereka yang memang benar-benar telah siap untuk menerimanya. 

Hingga telah sampai pada saatnya nanti segala usaha yang telah ditempuh menemui titik terang, allah menjawab “amiin” atas apa yang slalu kita “semogakan”, menjawab segala pertanyaan yang selama ini menggerus fikiran tentang kapan semua mimpi itu akan terwujud,, mengenai hal ini aku sepakat dengan pepatah yang mengatakan bahwa terkadang pemahaman seseorang terhadap sesuatu tak bergantung pada waktu, tapi kesungguhan. 

Dengan dikombinasikan dengan Moto 3 P “Preparations, perfect, performance” maksudnya penampilan yang sempurna tak lain karena persiapan yang matang. Tak mau melakukan sesuatu tanpa ancang-ancang, tergopoh-gopoh tak karuan, ya,, jangan sampai hal itu ada dalam diri kita. Ini seperti pepatah lama yang mengatakan bahwa jika seseorang ingin mendapatkan keberhasilan dalam hidup terlebih dulu diibaratkan harus mencicipi asam garamnya lautan sebelum merasakan manisnya gula jawa. Hehe… 

Asa yang setiap harinya datang dengan ribuan pertanyaan meresap sampai ke dasar hati rupanya cukup berhasil untuk membangkitkan gairah dan ambisi, menjaga agar cita-cita yang saat ini masih berupa utopia agar tetap terjaga dengan baik, hingga sampai pada akhirnya hal itu dapat berubah menjadi nyata, meski di satu waktu terkadang ada logika yang bergemuruh dan bergejolak, tapi beruntungnya disisi lain ada hati yang terus membujuk pikiran untuk tetap bertahan dalam jalur yang tepat.
Sekali lagi, semoga mimpi itu tetap terpelihara… amiinn…

The Journey Of Batu Hijau, West Sumbawa



The Journey Of Batu Hijau, West Sumbawa
(PT. Amman Mineral Nusa Tenggara)

2017…!!! HAPPY NEW YEAR AGAIN.. :D
Bener-bener gak terasa sudah memasuki tahun keduaku bekerja di KAP, ya.. seperti auditor kebanyakan yang bekerja di KAP setelah memasuki awal tahun itu berarti memasuki fase dimana fisik dan mental dituntut bekerja ekstra keras alias lembur, karena pada saat awal tahun adalah waktu dimana perusahaan tutup buku, nah kebetulan aku mendapatkan kesempatan untuk ikut kegiatan dilapangan melakukan pemeriksaan di sebuah koperasi yang berada di pulau Sumbawa tepatnya di komplek Townsite PT. Newmont Nusa Tenggara, Batu Hijau Sumbawa barat yang sekarang berubah nama menjadi PT. Amman Mineral Nusa Tenggara karena pergantian kepemilikan perusahaan yang sekarang di akuisisi oleh taipan Indonesia, Arifin Panigoro.

Perjalanan menuju sumbawa
Kita berangkat ke Sumbawa bertiga dengan pak Ismail Ibrahim sebagai ketua tim, aku dan kak iwan sebagai anggotanya. Berangkat hari senin tanggal 23 januari 2017, start dari kota mataram pukul 07.00 wita pagi dan sampai di pelabuhan kayangan lombok timur pukul 09.00 wita, dikarenakan speedboat-nya baru akan berangkat pukul 10.00 wita, sembari nunggu keberangkatan kita minum kopi dan makan pisang goreng di warung-warung yang ada disekitaran pelabuhan kayangan, kita berangkat ke Sumbawa menggunakan speedboat dan mampu menempuh perjalanan kurang dari satu jam sampai akhirnya menepi di pelabuhan yang khusus dibuat untuk orang-orang yang mempunyai kepentingan di seputar kawasan Newmont, dan kebetulan koperasi yang kita audit merupakan koperasinya karyawan Newmont dan berada didalam komplek penginapan karyawan dan perkantoran perusahaan atau biasa disebut dengan Townsite.
Dan setelah menunggu beberapa menit akhirnya sopir yang menjemput datang dan mengantarkan kita untuk  Induction. Induction sendiri merupakan suatu proses dimana kita akan mendapatkan pemahaman seputar perusahaan beserta tata tertib yang harus kita patuhi selama  berada di kawasan pertambangan ini, selain itu juga kita akan mendapatkan ID Card yang bertuliskan Visitor, kartu ini digunakan sebagai akses untuk keluar masuk kawasan Newmont, pengecekan dilakukan dengan cara men-Scan ID Card Visitor oleh penjaga pintu gerbang Townsite disertai pemeriksaan yang super ketat termasuk peraturan untuk mengenakan sabuk pengaman dan memencet klakson mobil setiap kali mau menjalankan mobil. Hmm.. cukup ribet yaa… yah namanya juga mengadopsi budaya barat yang terbiasa menerapkan attitude disiplin tingginya.


Welcome to Newmont Nusa Tenggara
Memasuki komplek Townsite, lagi-lagi kita harus menjalani pemeriksaan identitas oleh penjaga pintu masuk, sempat ada sedikit kendala tentang mesin scanner penjaga pintu masuk yang mengatakan kalau tanggal kunjungan di scanner sudah lewat, kelihatan aneh memang mengingat kita baru saja melakukan induction untuk membuat kartu Visitor, ternyata memang mesin scannernya yang error. Hmm.. baru mau masuk aja udah disuguhi drama yaa.. haha. Sesampainya di Townsite tempat penginapan (barrak) yang disediakan khusus untuk karyawan Newmont,  secara fisik bangunan semi permanen ini dinding bangunannya seperti terbuat dari baja tebal berderet berlantai dua (masing-masing lantai ada 10 kamar), sayangnya kamar mandinya berada ditengah-tengah antara dua kamar yang bersebelahan, jadi penggunaan kamar mandi digunakan untuk penghuni dua kamar tersebut, tapi meskipun dinding dan atapnya terbuat dari baja tebal bukan berarti suhu ruangan terasa panas, dikarenakan setiap dinding ruangan diberi lapisan semacam asbes tebal yang dilengkapi juga dengan AC, lumayan untuk mengusir gerah.

Kegiatan audit
Setelah melepas lelah sejenak dari perjalanan, pukul 14.30 wita kita dijemput lagi sama bang anton sopir katala untuk langsung melakukan cek fisik kas di koperasi sesuai dengan permintaan dari pihak klien (manajemen koperasi), pukul 18.00 wita akhirnya kita selesai melakukan cek fisik kas dan kembali lagi ke barrak. Pukul 20.00 wita kita dibawakan bebek goreng untuk makan malam sama pegawai koperasi, sebenarnya pelayanan yang diberikan dari manajemen kepada auditornya lumayan memuaskan hanya saja kondisi medan di kawasan Newmont yang cukup panas mengingat ini merupakan kawasan pertambangan serta air yang digunakan bisa membuat kulit kita terasa kering dan kasar, jadi sangat disarankan jika berkunjung dikawasan ini menggunakan sunblock. Haha… 
Hari kedua tepatnya pada hari selasa 24 januari 2017 kita melakukan stock opname gudang, cek aset tetap koperasi dan konfirmasi piutang sampai sore pukul 17.00. Malemnya, selepas sholat isya’ kita diajak pergi untuk makan diluar sama dani (pegawai koperasi) di warung lamongan pinggir jalan, sayangnya karena kondisi medan dengan jalannya yang berkelok seringkali membuat kepala kita pusing dan mual. 
Hari ketiga kegiatan audit dilapangan berlanjut dengan agenda mengecek stok barang toko dan wawancara seputar ICQ (Internal Control Quetioners), juga melakukan konfirmasi terkait pembayaran SPT pajak tahunan. Hari keempat merupakan hari terakhir kita di Newmont, kita mengecek berkas-berkas yang nantinya akan kita bawa ke mataram sebagai kertas kerja pendukung di lampiran laporan audit. Akhirnya setelah semuanya beres, kita kembali lagi ke penginapan dan langsung pergi lagi untuk jalan-jalan sekalian nyari makan malam, kali ini supirnya bang madit yang orangnya super humble dan kocak abis, selalu berhasil membuat saya tidak dapat menahan tawa dengan celetuk-celetukannya yang “rada cuek-cuek dingin” tapi cukup menghibur.. Hahaha… dan diajak lah kita sama bang madit ngopi ke rumah temannya yang katanya memelihara ular dikolam dekat berugak (baca: saung) tempat kita ngobrol sampai berkumandang adzan maghrib.
Selesai dari rumah temennya bang madit barulah kita jalan ke pantai maluk buat makan malam, baru saja kita sampai di depan rumah makan pantai maluk langsung dibuat kaget dengan sambutan gonggongan anjing-anjing pantai, tak ayal gonggongan anjing tadi malah balas dibentak sama bang madit yang membuat anjing-anjing tadi kaget dan lari terbirit-birit, sontak bentakan bang madit membuat kita semua tertawa karena saking lucunya, padahal bang madit membentak dengan mimik muka yang serius,, hahaha.. tapi justru karena karakter cuek dan seriusnya itulah yang membuatnya semakin lucu. Hahaha.. Setelah itu kita nyari tempat sholat disekitaran pantai dan ketemulah mushola di dekat pantai yang kelihatannya sudah lama tidak terpakai terlihat dari lampu mushola yang mati, lantai yang kotor dan berdebu ditambah lagi terus-terusan diikutin sama anjing-anjingnya pantai maluk yang bebas berkeliaran seperti sedang mencari mangsa. Alhasil, batal lah kita sholat di musholanya pantai maluk dan memilih untuk langsung bergegas mencari tempat lain untuk menjalankan sholat maghrib mengingat waktunya yang terbatas dibanding waktu sholat lainnya.
Selesai sholat, barulah kita benar-benar melaksanakan acara inti (gala dinner) hahaha.. kita makan di pinggir pantai maluk yang ada terop-nya agak jauhan dari pinggir pantai, karna katanya dulu sempat berdiri berugak (baca: saung) yang berada persis di bibir pantai tapi sudah hancur diterjang ombak. Pesanan makan malam pun datang, kita disuguhi dengan menu andalannya rumah makan pantai maluk yaitu ikan baronang bakar dengan plecing toge dan kangkung sebagai pelengkap beserta daging durian frozen sebagai menu pencuci mulutnya. Suasananya kian hangat ketika lampu tempat kita makan tiba-tiba padam,, hahaha.., alhasil kita gunakan lampu teplok dan lampu Hp yang ditaruh diatas kobokan sebagai penerangnya,, menyedihkan memang tapi justru itulah yang membuat makan malam kita terasa sangat berkesan. 
Esoknya dihari kelima tepatnya pada hari jum’at kita bergegas untuk kembali ke mataram, pagi-pagi sekali kita berangkat dari Newmont pukul 06.00 wita karna menghindari ketinggalan keberangkatan speedboat karena tiket sudah dipesan dengan membawa souvenir dari koperasi berupa kalender dan payung yang bikin kita mirip sama embah-embah yang mau berangkat pengajian . Hahaha.. Kita berangkat dari Newmont cuma berdua, karena pak mail masih di rumah anaknya di sekongkang Sumbawa barat dan baru akan kembali ke mataram pada hari minggunya. Pukul 11.30 wita akhirnya kita sampai juga di mataram, kita turun tepat didepan kantor dan langsung menuju kantin untuk makan karena dari Sumbawa belum sempat untuk sarapan dan syukur masih punya waktu untuk melaksanakan sholat jum’at.
Inilah akhir dari sekelumit cerita tentang pengalamanku bertugas di luar pulau untuk pertama kalinya, dan aku yakin segala apa saja yang kira lakukan akan bermanfaat pada saatnya nanti. Seperti kata Buya Hamka “Engkau benar-benar akan dipertemukan dengan apa yang engkau cari”. Pada  kesempatan ini juga saya ingin mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada  bapak Alamsyah M Tahir selaku managing partner KAP KBAA yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menimba ilmu di kantor ini dan dilibatkan menjadi bagian dalam tim yang dikirimkan untuk pergi ke Sumbawa. Terimakasih juga untuk rekan-rekan auditor senior yang selama ini tak keberatan untuk selalu sharing  pengalamannya tentang teori dan teknis pemeriksaan pun juga tak sungkan dalam memberikan percikan ilmunya.
Thanks for all.. 




………………..*****………………….


  



Minggu, 06 Maret 2016

Antara Aku, Lombok dan Auditor


happy new year 2016…… (udh telat si sebenernya) wkwkwk :D

Yeyyy…. akhirnya bisa ngeblog lagii.. :D

Yap.. banyak orang mengucapkan selamat tahun baru di 2016, tapi bagi gw kalimat new year akan lebih tepat jika diganti ma kalimat ‘New Hope 2016’, yah tepat skali.. Skali lagi ‘New Hope’ sebuah kalimat simpel tp berarti sangat dalam bagi gw,, sebuah harapan dan semangat baru tengah ada di hadapan gw skrg,,

Harapan yang datang dari sbuah penantian panjang, harapan yang datang dari untaian do’a yg tak pernah lelah gw panjatkan, harapan yg datang ditengah sebuah proses yg begitu melelahkan yg tak ayal kadang membuat gw merasa putus asa dan ingin menyerah, tapi syukur alhamdulillah.. allah masih memberikan kekuatan dlm jiwa ini dan menjadikan gw sseorang yg sllu mampu memotivasi diri ketika mrasa akan tenggelam dan tak mampu bangkit lagi,, (kok kyak lagu ya?,, wkwkkwk), 

ok, langsung aja sedikit flashback kebelakang,, :D
Tgl 23 juli 2015 adlh hari dimana gw akan memasuki babak baru jd orang perantauan lagi, klo kata kebanyakan anak mahasiswa yg bru lulus kuliah mereka biasa bilangnya “keluar dari comfort zone (zona nyaman)”,, wkwk. Tp gw lebih suka nyebutnya perjalanan kali ini sbgai proses pencarian passion dan juga penggalian potensi yg ssungguhnya ada dlam diri gw, dan sering gw dnger dr mayoritas mahasiswa yang baru lulus mreka mengatakan “do it with passion, or not at all”…hahaa,, iya pemikiran yg sangat idealis skali, dan gw juga setuju dgn hal itu,, wkwk,, dan hari itupun tiba, gw siap pergi ke luar jawa, ninggalin keluarga dan juga zona nyaman gw, gw brangkat bareng sama seseorang yg udh dianggep sodara sama keluarga gw, di tengah perjalanan tepatnya ketika udh nyampe daerah jawa timur, gw mulai dah tuh sdikit mrasakan keadaan yg sangat kontras skali di jalanan krna rata2 orang pda mudik balik dari daerah kearah barat menuju jakarta yg seperti kita semua tau betapa padatnya jalanan dipenuhi kendaraan yg mau kearah jakarta dan sekitarnya, keadaan berbanding terbalik dgn jalanan yg menuju timur,, bisa dibayangin sendiri kan gimana keadaan waktu itu hahaha.. yapp.. tepat skali jalanan yg melaju ke arah timur begitu lengang sampai pada akhirnya kondisi itu sukses membuat fikiran gw campur aduk tentang kesungguhan niatan pergi merantau ke seberang pulau,, (agak sdikit labil ceritanya),, wkwk :v
 
Singkat cerita stelah melakukan perjlanan darat kita nyampe dah tuh di pelabuhan banyuwangi kita nyebrang gk nyampe 1 jam akhirnya nyampe jg di pulau dewata dan dilanjut mengarungi laut lagi dari pelabuhan Padang Bae ke pelabuhan Lembar lombok barat,, perjalanan yg gk pernah gw duga sbelumnya, iya..slama 5 jam perjalanan laut terombang-ambing ditengah lautan sampe badan gw bener2 lemes dan gk kuat bwt berdiri, menjadikan pengalaman pertama kali bagi gw naik kapal yg paaling lama yg pernah gw alamin, sampe gw bergumam dlm hati gini, " ya allah, seberat inikah perjalanan yg harus hamba tempuh utk memulai yg namanya proses menuju sukses? Ya allah, smoga ini merupakan langkah tepat yg hamba ambil dan berikanlah kekuatan agar hamba dpt melewati proses ini” kira2 seperti itulah kata hati gw waktu itu (agak sdikit mendramatisir memang) wkwk…:v

Akhirnya stelah melalui perjalanan yg ckup menyebalkan itu, sampai juga nih gw di pulau Lombok dan menginjakkan kaki utk pertama kalinya di bulan, eh..salah di pulau Lombok maksudnya,, :D singkat cerita di 2 minggu pertama, gw udh mulai dah tu apply lamaran kerja kesana kemari hingga akhirnya gw mikir drpd tiap hari cuma diem nntn tv dirumah mending gw cari kerjaan sambilan dan kebetulan gw ditawari kerjaan di tempat fotocopyan, dibilang msh nganggur… enggak juga karna gw pda waktu itu beraktifitas dan ngasilin duit di tempat fotocopyan, tp menurut gw sndri sih.. diri gw ini msh gw anggap masih nganggur krna alasan blom bisa dapetin kerjaan yg sesuai dgn studi, berbagai posisi kerja yg direkomendasikan sama om, gw coba smuanya mulai dr perusahaan swasta, SKPD, BUMD sampai BUMN dan hasilnya….. taraaaa… smwnya nihil gk ada satupun yg lolos,, wkwk,, dan anehnya, gw gk ada tuh prasaan kcewa sama skali, biasa aja gitu,. karna memang smw itu gw anggap sbg proses untuk dapetin pekerjaan yg emg bner2 allah ridloi, krna gw percaya ama pepatah yg mengatakan bahwa tidak akan ada langkah kesepuluh jika tidak ada langkah pertama,, itu yg sllu jd pegangan gw, sederet kegagalan itu mungkin bisa jd cara allah untuk menguji mental dan kesabaran kita tentang sejauh mana kita akan terus berjuang atau justru malah kita menyerah di tengah jalan,, 

Ketika gw dihadapkan pada satu kegagalan, gw terus mencoba utk bangkit dan terus menerus memotivasi diri dgn brkata dlm hati “ayo…. ini udh langkah yg kesembilan nih, tinggal selangkah lagi lg km akan mendapatkan tujuan yg km impikan slama ini” meski pda akhirnya di langkah selanjutnya gw ttep aja msh gagal,, hahaha,, it’s ok.. gpp, toh gw msh punya dua kaki utk melangkah dan gw gk akan berhenti sbelum sampai pd satu titik keberhasilan, karna gw percaya allah akan memberikan jalan atau memberikan jawaban pada waktu yg tepat pada usaha dan do’a kita ketika kita memang bener2 telah siap utk menerimanya,, 

Singkat cerita begitu memasuki awal tahun 2016, ceritanya gw masih ngrasain tuh yg namanya beban jd seorang sarjana yg slama satu tahun lebih blom juga bisa nerapin ilmu yg didapet slma di bangku kuliah, terhitung dari bulan agustus  2015-Januari 2016 udh 5 bulan lebih gw kerja di fotocopyan, gw ngrasa udh waktunya utk resign dr kerja di fotocopyan, ngrasain ckup lama jg gelar sarjana ini blm gw amalkan di dunia kerja, dan udh saatnya skrg utk serius ngejar apa yg emang jd tujuan utama gw,,

And then,, Sebenernya udh dr bulan oktober gw ingin coba apply kerja di kantor akuntan publik yg mana gw yakin klo disana pasti akan ngedapetin bwanyak ilmu bwt bekal gw nantinya ketika pulang ke jawa, dan pada saat itu jg gw mulai belajar materi auditing 1&2 sbagai langkah atau usaha gw sapa tau nanti ada ujian tes tertulis atau ada materi audit2 yg mungkin ditanyakan nantinya pada saat interview, sontak scara otomatis membuat pemilik fotocopyan di tempat gw kerja bertanya-tanya,, “mau nglamar kerja dimana,? dan gw jawab ringan aja klo ini cuman bwt bacaan aja drpd gk ngpa2in pas lg gk ada customer, mending waktunya gw pake untuk baca2, sampai akhirnya dia pernah bilang utk bersedia naikin gaji gw, krna mungkin dia ngrasa udh klop kerja bareng gw dan udh punya firasat klo gw mw berhenti bekerja,, hingga pada akhirnya gw mutusin utk masukin lamaran ke salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP) kelas menengah di Indonesia yg kebetulan salah satu kantor cabangnya ada di kota mataram, dan akhirnya pada tgl 2 gw apply lamaran dan dilanjutkan tgl 3 utk interview, dan setelah panjang lebar ditanya tntang background dan sbagainya,, Alhamdulillah,, saya mengucapkan syukur pada allah yg udh mmberikan jawaban dr do’a gw slama ini karna pda waktu itu gw resmi diterima dan mulai besok gw udh bisa langsung kerja,, thanks to allah..

Dan pada waktu mo pulang kerumah yg ditemani gerimis2 kecil yang membasahi kepala gw saat berhenti dilampu merah, kepala gw terasa begitu ringan dan adem seakan menghilangkan semua beban dipundak yg slama ini gw rasain,, iya, karna gw besok akan bekerja sesuai dgn prodi gw dan ngamalin ilmu yg gw dapet slma kuliah,, perasaan pda waktu itu bener2 campur aduk, penuh dgn emosi yg memuncak,, dan itu terasa seperti kyak ada sebuah ledakan yg sangat dahsyat dalam diri gw (lebay dikit.. wkwk), klo kata orang jawa bilang “gregetan”. Hehe.. dan hari2 itupun seakan2 mata2 gw sllu berbinar2 memancarkan rona semangat dan penuh kebahagiaan,, :D

Dan di sela2 kesibukan pekerjaan kantor saat ini, gw brusaha nyempetin nulis perjalanan hidup atau karir gw (ceillah.. :D) slama 6 bulan tinggal di pulau seribu masjid ini,, dan so,pasti akan ada cerita lanjutan lagi selama gw jd auditor yg pastinya akan gw share lagi biar suatu saat ketika gw udh tua dan ingin bernostalgia, gw tinggal flashback dgn membaca tulisan yg mnurut gw agak kurang penting ini,, haha,, dan sapa tau juga dgn tulisan sederhana gw ini bisa membuat org yg kebetulan mampir dan membaca coretan gw di blog ini mendapat setetes motivasi,, hehe, dan sllu bisa memahami alur kehidupan, karna gw yakin masing2 orang punya alur dan tahapan2 yg berbeda dlm mencapai tujuannya dan yg membedakan slah satunya adalah seberapa besar niat, semangat dan usaha mereka dlm meraih semua mimpi2nya itu,, smoga kita sllu menjadi pribadi yg dipenuhi impian karna apalah artinya hidup jika sseorang tidak mempunyai mimpi,, 

Ingat, bersusah payahlah, sebab kenikmatan hanya ada dalam kerja keras..
see you guys, never stop dreaming and keep moving… ;)

Kamis, 19 November 2015

Nasihat Imam Syafi'i

Penggalan nasehat Imam Syafi’i yang gue baca berulang-ulang sewaktu berangkat hari pertama kerja : “Berangkatlah, niscaya engkau akan mendapatkan ganti untuk semua yang kau tinggalkan. Bersusahpayahlah, sebab kenikmatan hidup hanya ada dalam kerja keras. Singa jika tak keluar sarangnya tak akan mendapatkan mangsanya, sebagaimana anak panah bila tak meninggalkan busurnya tak akan mengenai sasaran. Biji emas yang belum diolah sama dengan debu di tempatnya. Ketika orang berangkat dan mulai bekerja , dia akan mulia seperti bernilainya emas.”

Kamis, 29 Oktober 2015

Pengaruh Profitabilitas Terhadap Keputusan Pemberian Kredit Bank (Economic Forum)

Add caption



Profitabilitas adalah ukuran penting  yang merupakan standar umum yang harus dipenuhi perusahaan sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi pihak bank sebagai kreditur untuk memberikan keputusan pemberian kredit. Profitabilitas merupakan  rasio yang diukur berdasarkan perbandingan antara laba setelah pajak dengan total aktiva perusahaan. Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam kegiatan operasi merupakan fokus utama dalam penilaian prestasi perusahaan. Laba menjadi indikator kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada kreditur dan investor, serta merupakan bagian dalam proses penciptaan nilai perusahaan berkaitan dengan prospek perusahaan di masa depan (Aliminsyah, 2003).

Francis et al (2005) dalam Siswardika Susanto dan Sylvia Veronica Siregar (2012) menyimpulkan bahwa, perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat dengan kualitas laba yang lebih buruk memiliki biaya biaya ekuitas yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan-perusahaan dengan kualitas laba yang lebih baik. Demikian juga dengan hasil penelitian Francis, Nanda, dan Olsson (2008) dalam Siswardika Susanto dan Sylvia Veronica Siregar (2012) yang menyatakan bahwa, kualitas laba memiliki pengaruh negatif dengan biaya ekuitas.
Besarnya profitabilitas merupakan alat yang digunakan untuk menganalisis kinerja manajemen, tingkat profitabilitas akan menggambarkan posisi laba perusahaan. Profitabilitas perusahaan yang semakin meningkat dapat dijadikan sebagai tolak ukur kemampuan perusahaan dalam mengembalikan  kredit yang akan diberikan oleh Bank. Hal ini akan menjadi faktor penting ketika profitabilitas perusahaan meningkat, maka akan mempengaruhi bank dalam memberikan keputusan pemberian kredit, sehingga kesempatan memperoleh kredit dari bank akan semakin besar. (Fombrun dan Shanley, 1990, dalam Marc Orlitzky, Frank L. Schmidt, Sara L. Rynes, 2003). 
Brigham dan Houston (2011) dalam penelitiannya menyatakan bahwa, profitabilitas berpengaruh positif terhadap keputusan  pemberian kredit bank. Profitabilitas mungkin merupakan satu-satunya indikator yang paling baik untuk menganalisa kesehatan keuangan perusahaan sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi kreditur dalam memberikan keputusan pemberian kredit. Hal ini didukung juga dengan penelitian  Elisa Tjondro dan Basuki,(2012) yang  menyatakan bahwa, para kreditur di perbankan sangat memperhatikan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dan meningkatkan laba. Sehingga, ketika profitabilitas perusahaan semakin meningkat maka peluang perusahaan dalam memperoleh kredit dari bank juga akan semakin besar.  

RUMUS MENGUKUR PROFITABILITAS
NPM dapat dihitung dengan menggunakan rumus dalam penelitian yang sebelumnya telah dikembangkan oleh Harahap, (2001): 
           Net Profit Margin (Marjin Laba Bersih)


    Laba bersih sesudah pajak (EAT)
Net Profit Margin        =                                                         x 100%
                                                                        Penjualan
            



Profitabilitas merupakan salah satu faktor penting sebagai pertimbangan bagi bank dalam memberikan
kredit, karena bank mempunyai anggapan bahwa perusahaan yang mempunyai profitabilitas yang tinggi
akan mampu mengembalikan kredit yang telah disalurkan baik dalam jangka panjang maupun jangka
pendek. Semakin tinggi keuntungan yang diperoleh perusahaan, yang dibuktikan dengan tingginya rasio
profitabilitas, maka hal tersebut akan meningkatkan jumlah pemberian kredit.






 DAFTAR PUSTAKA
 
Aliminsyah, (2003). Analisis Rasio Profitabilitas didalam Buku Kamus Istilah Keuangan dan Perbankan halaman: 499. Diakses tanggal 17 mei 2012.


 Backam, 2001. Pengaruh Financial Leverage, Profitabilitas, Asimetri Informasi dan Politically Exposed Person Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pemberian Kredit Bank Di Indonesia. Universitas Kristen Petra 2012.

Brigham dan Houston (2011). Pengaruh profitabilitas pada pendanaan perusahaan.

Elisa Tjondro, Basuki (2012). Studi tentang Financial Leverage, Profitabilitas, dan Political Tie yang dimiliki perusahaan terhadap keputusan pemberian kredit bank di Indonesia. sna.akuntansi 2012.
 
Francis et al. (2005), Nanda, dan Olsson. Profitability Income Company. diakses tanggal 12 Mei 2012.

Fombrun dan Shanley. 1990.  Profitability Ratio . diakses tanggal 12 Mei 2012.  

Harahap, (2001:301). Penghitungan Rasio Profitabilitas. Diakses tanggal 12 mei 2012.

Laporta, et al. 2002. Pengaruh Financial Leverage, Profitabilitas, Asimetri Informasi dan Politically Exposed Person Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pemberian Kredit Bank Di Indonesia. Universitas Kristen Petra 2012.



Siswardika,  Susanto. dan Sylvia Veronica Siregar, 2012. Corporate Governence, Kualitas Laba, dan Biaya
Ekuitas: Studi Empiris Perusahaan Manufaktur  yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia 2009. Universitas
Indonesia.